Mengenal Aspect Ratio Video Animasi: Panduan Memilih Rasio Video untuk Perusahaan

Mengenal Aspect Ratio Video Animasi: Panduan Memilih Rasio Video untuk Perusahaan

M. Ilham Ubaidillah, S.Kom
8 Menit Baca
Ringkasan Artikel
Aspect ratio menentukan perbandingan lebar dan tinggi sebuah video.
Setiap platform memiliki rasio video yang direkomendasikan.
Landscape dan portrait memiliki fungsi yang berbeda.
Pelajari rekomendasi aspect ratio berdasarkan kebutuhan perusahaan.

Ketika membuat video animasi perusahaan, banyak orang menganggap aspect ratio hanyalah ukuran tampilan video. Padahal, pemilihan aspect ratio memengaruhi pengalaman menonton, tampilan visual, hingga efektivitas distribusi pada berbagai platform. Artikel ini membahas berbagai rasio video yang umum digunakan beserta rekomendasinya untuk kebutuhan perusahaan.

Apa Itu Aspect Ratio Video?

Aspect ratio adalah perbandingan antara lebar dan tinggi sebuah video. Rasio ini tidak menentukan kualitas video, melainkan bentuk atau proporsi tampilan visual. Sebagai contoh, video 1920 × 1080 piksel memiliki aspect ratio 16:9, sedangkan video 1080 × 1920 menggunakan aspect ratio 9:16.

Aspect ratio menentukan bentuk tampilan video pada berbagai perangkat dan media distribusi.

Mengapa Aspect Ratio Penting?

Tampilan Lebih Optimal

Video tampil proporsional pada layar tanpa area kosong atau pemotongan.

Sesuai Perangkat

Setiap perangkat memiliki orientasi layar yang berbeda sehingga membutuhkan aspect ratio yang tepat.

Distribusi Lebih Efektif

Platform seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan LinkedIn memiliki rasio video yang direkomendasikan.

Komposisi Visual

Aspect ratio memengaruhi ruang komposisi objek, teks, dan elemen grafis.

Mengurangi Cropping

Pemilihan rasio yang tepat menghindari pemotongan konten penting pada berbagai platform.

Konsisten di Semua Media

Video tetap terlihat profesional saat digunakan pada website, presentasi, maupun media sosial.

Jenis Aspect Ratio yang Umum Digunakan

1

16:9 (Landscape)

Aspect ratio paling umum untuk video perusahaan, YouTube, presentasi, webinar, dan layar televisi.

2

9:16 (Portrait)

Digunakan untuk video vertikal pada smartphone dan media sosial.

3

1:1 (Square)

Memberikan area visual yang seimbang dan cocok untuk feed media sosial.

4

4:5 (Portrait Feed)

Memanfaatkan ruang layar smartphone lebih besar dibanding format persegi.

5

21:9 (Ultra Wide)

Memberikan pengalaman visual sinematik dengan bidang pandang lebih luas.

6

4:3

Aspect ratio klasik yang masih digunakan pada beberapa sistem presentasi atau perangkat lama.

Baca Juga: Apa yang Dilakukan Animator Profesional pada Pembuatan Video Animasi Explainer

Perbandingan Aspect Ratio untuk Berbagai Kebutuhan

Setiap aspect ratio memiliki keunggulan tersendiri tergantung media distribusi dan pengalaman yang ingin diberikan kepada audiens. Memilih rasio yang tepat membantu memaksimalkan area tampilan sekaligus mengurangi kebutuhan cropping.

1

16:9

Aspect ratio paling fleksibel untuk video perusahaan karena kompatibel dengan YouTube, website, presentasi, televisi, dan sebagian besar perangkat.

2

9:16

Dirancang untuk pengalaman menonton vertikal pada smartphone sehingga memanfaatkan layar secara maksimal.

3

1:1

Memberikan komposisi visual yang seimbang sehingga mudah dikonsumsi pada feed media sosial.

4

4:5

Memberikan area tampilan lebih besar dibanding format persegi sehingga lebih menonjol pada feed smartphone.

5

21:9

Menghasilkan tampilan sinematik dengan bidang pandang lebih luas.

6

4:3

Masih digunakan pada beberapa perangkat presentasi dan sistem lama.

Baca Juga: Panduan Memilih Vendor Jasa Video Animasi yang Tepat untuk Perusahaan Anda

Landscape vs Portrait: Mana yang Sebaiknya Dipilih?

1

Landscape (16:9)

Memberikan ruang visual lebih luas sehingga ideal untuk menjelaskan produk, layanan, proses bisnis, maupun presentasi perusahaan.

2

Portrait (9:16)

Dirancang mengikuti orientasi smartphone sehingga lebih nyaman dikonsumsi pada media sosial.

Baca Juga: Apa yang Dilakukan Animator Profesional pada Pembuatan Video Animasi Explainer

Bagaimana Memilih Aspect Ratio yang Tepat?

1. Media Distribusi

Tentukan terlebih dahulu apakah video akan ditampilkan pada website, media sosial, presentasi, LED Wall, atau aplikasi internal.

2. Perangkat Audiens

Perhatikan perangkat utama yang digunakan audiens, seperti smartphone, laptop, Smart TV, maupun videotron.

3. Komposisi Visual

Aspect ratio memengaruhi ruang untuk menempatkan objek, karakter, teks, logo, dan elemen grafis lainnya.

4. Kebutuhan Multi Platform

Apabila video akan digunakan pada banyak platform, siapkan beberapa versi aspect ratio sejak tahap produksi.

Baca Juga: Pentingnya Voice Over Profesional untuk Video Animasi Perusahaan

5. Tujuan Komunikasi

Video edukasi, promosi, presentasi, maupun kampanye media sosial dapat membutuhkan aspect ratio yang berbeda.

Rekomendasi Aspect Ratio untuk Berbagai Kebutuhan Perusahaan

1

Company Profile

16:9 menjadi pilihan utama karena sesuai untuk website, presentasi, televisi, dan YouTube.

2

Explainer Video

16:9 memberikan ruang visual yang ideal untuk ilustrasi, teks, maupun animasi penjelasan.

3

Website Perusahaan

16:9 merupakan aspect ratio yang paling umum digunakan agar tampil konsisten pada berbagai browser.

4

Instagram Reels

9:16 memanfaatkan area layar smartphone secara maksimal sehingga meningkatkan kenyamanan menonton.

5

TikTok

9:16 merupakan standar utama untuk konten vertikal pada platform TikTok.

6

YouTube

16:9 adalah aspect ratio standar yang direkomendasikan oleh YouTube.

7

Presentasi Bisnis

16:9 memberikan kompatibilitas terbaik dengan layar presentasi modern dan proyektor.

8

LED Wall & Videotron

Aspect ratio mengikuti spesifikasi LED yang digunakan. Untuk tampilan sinematik sering digunakan format ultra wide seperti 21:9 atau rasio kustom.

Baca Juga: Apa Itu Hook Video Animasi Explainer? Pengertian, Manfaat, dan Contoh Terbaik!

Best Practices Epic Anima dalam Menentukan Aspect Ratio

Dalam proyek video animasi perusahaan, aspect ratio tidak ditentukan setelah proses produksi selesai. Di Epic Anima, keputusan mengenai aspect ratio dilakukan sejak tahap perencanaan agar storyboard, komposisi visual, dan hasil akhir sesuai dengan media distribusi yang akan digunakan.

Tentukan Media Distribusi Sejak Awal

Website, media sosial, LED Wall, maupun presentasi memiliki kebutuhan aspect ratio yang berbeda.

Keputusan ini memengaruhi proses storyboard hingga rendering akhir.

Gunakan 16:9 sebagai Standar Produksi

Sebagian besar video perusahaan menggunakan aspect ratio 16:9 karena kompatibel dengan berbagai perangkat dan platform.

Versi lain dapat dibuat apabila dibutuhkan untuk media sosial atau kampanye digital.

Siapkan Versi Multi Aspect Ratio

Satu proyek sering kali membutuhkan beberapa versi video agar dapat digunakan pada berbagai platform.

Misalnya 16:9 untuk website, 9:16 untuk Reels, dan 1:1 untuk feed.

Perhatikan Area Aman (Safe Area)

Logo, teks, dan elemen penting sebaiknya ditempatkan pada area aman agar tidak terpotong ketika dibuat dalam beberapa aspect ratio.

Hal ini memudahkan proses adaptasi ke berbagai ukuran layar.

Rancang Komposisi Sesuai Rasio

Landscape dan portrait membutuhkan pendekatan komposisi visual yang berbeda agar informasi tetap mudah dipahami.

Storyboarding yang tepat akan mengurangi kebutuhan revisi pada tahap akhir.

Render Sesuai Platform

Setiap platform memiliki rekomendasi aspect ratio sehingga hasil render sebaiknya disesuaikan dengan media distribusinya.

Pendekatan ini membantu menjaga kualitas visual sekaligus pengalaman menonton.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Aspect Ratio

1. Menganggap Semua Platform Menggunakan Rasio yang Sama

Setiap platform memiliki rekomendasi aspect ratio yang berbeda sehingga satu ukuran belum tentu sesuai untuk semua media.

2. Mengubah Landscape Menjadi Portrait Secara Paksa

Proses cropping sering kali menghilangkan objek penting dan mengurangi efektivitas komunikasi.

3. Tidak Menyiapkan Multi Output

Menghasilkan hanya satu aspect ratio membuat proses adaptasi ke platform lain menjadi lebih sulit.

4. Mengabaikan Safe Area

Logo, subtitle, atau teks dapat terpotong pada beberapa platform apabila tidak mempertimbangkan area aman.

Baca Juga: Apa saja Faktor yang mempengaruhi Harga Video Animasi 2D dan 3D Profesional?

5. Memilih Aspect Ratio Berdasarkan Tren

Aspect ratio sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan distribusi, bukan sekadar mengikuti tren media sosial.

Insight dari Epic Anima

Berdasarkan pengalaman Epic Anima dalam memproduksi video animasi untuk perusahaan, BUMN, dan brand, pemilihan aspect ratio sebaiknya dilakukan sejak tahap perencanaan. Keputusan ini akan memengaruhi storyboard, komposisi visual, hingga efisiensi produksi.

Satu Produksi, Banyak Platform

Dalam sebagian besar proyek, Epic Anima menyiapkan lebih dari satu versi aspect ratio agar video siap digunakan pada berbagai media.

Contohnya 16:9 untuk website dan presentasi, 9:16 untuk Instagram Reels dan TikTok, serta 1:1 atau 4:5 untuk feed media sosial. Pendekatan ini mengurangi kebutuhan produksi ulang dan membuat distribusi konten menjadi lebih efisien.

FAQ Aspect Ratio Video

Aspect ratio adalah perbandingan antara lebar dan tinggi sebuah video yang menentukan bentuk tampilannya.

Kesimpulan

Aspect ratio merupakan salah satu keputusan penting dalam produksi video animasi karena memengaruhi komposisi visual, pengalaman menonton, dan kompatibilitas pada berbagai platform. Dalam sebagian besar kebutuhan perusahaan, aspect ratio 16:9 menjadi pilihan utama. Namun untuk media sosial, presentasi khusus, maupun LED Wall, aspect ratio lain dapat memberikan hasil yang lebih efektif. Menentukan aspect ratio sejak awal proses produksi akan membantu menghasilkan video yang lebih siap digunakan di berbagai media tanpa revisi besar di tahap akhir.

Trusted by top Companies & Brands
START PROJECT

Mau Konsultasi tentang Animasi Explainer?